Laman

Sabtu, 15 September 2012

Laporan Penyuluhan Perubahan Primer Pada Remaja


MAKALAH
LAPORAN PENYULUHAN
PERUBAHAN PRIMER PADA REMAJA
SDN BULAKREJO 3 SUKOHARJO
31 MARET 2012


MATA KULIAH ASUHAN KESEHATAN REPRODUKSI
Dosen Pengampu : Ibu. Tri Suwarni,S.ST




      
Disusun Oleh :

KELOMPOK I
                      
1.      Anjani Setiati
2.      Aprina Kusumawati
3.      Cici Sintya Dewi
4.      Martiana Fusilatun Mumtahana
5.      Oryzka Fitri Larazwati
6.      Restia Dwi Purnawati
7.      Wahyu Ari
8.      Widya Lestyaningsih
9.      Yenny Fitri Astuti
10.  Risqi Permata Sari
DIII04174
DIII04175
DIII04180
DIII04191
DIII04197
DIII04199
DIII04208
DIII04209
DIII04210
DIII04213





PRODI DIII KEBIDANAN
POLTEKKES BHAKTI MULIA SUKOHARJO
2011-2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Kami  masih diberi kesehatan, kekuatan lahir dan batin sehingga kami dapat menyelesaikan makalah penyuluhan yang diselenggarakan di SDN Bulakrejo 3 Sukoharjo dengan judul “PERUBAHAN PRIMER PADA REMAJA”, makalah ini dibuat sebagai tugas yang telah diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Kesehatan Reproduksi yaitu Ibu. Tri Suwarni, S.ST. Terselesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak secara moril maupun, materil. Untuk itu kami mengucapkan banyak terimakasih atas terselesainya tugas ini antara lain kepada




1.      Ibu. Tri Suwarni,S.ST.  Selaku dosen Pembimbing mata kuliah Kesehatan Reproduksi dan Penanggung Jawab Kegiatan Penyuluhan.
2.      Bpk. Mujiran, selaku penanggung jawab peminjaman alat untuk memfasilitasi media kami dalam memberikan penyuluhan.
3.      Keluarga Besar SDN 3 bulakrejo Sukoharjo yang sudah memberikan kesempatan dan waktu untuk kami memberikan penyuluhan dan memenuhi tugas mata kuliah kami.
4.      Teman-teman yang sudah mendukung dan bekerjasama atas lancarnya suatu Kegiatan Penyuluhan ini.
5.      Dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu dalam membantu terselesainya tugas ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dengan keterbatasan dalam makalah ini, maka mohon kiranya pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini kearah kesempurnaan.
Demikian makalah yang dapat kami buat, semoga dapat berguna bagi semua pihak dan semua orang.


Sukoharjo,    April 2012


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Perubahan  primer  pada  remaja yaitu menarche (menstruasi pertama) pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki. Oleh karena itu juga diperlukan pemeliharaan organ repoduksi.
Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10 – 16 tahun atau pada masa awal remaja ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Menstruasi adalah perdarahan periodik dan siklik dari uterus disertai pengelupasan (deskuamasi) endometrium. Menarche merupakan tanda awal adanya perubahan lain seperti pertumbuhan payudara, pertumbuhan rambut daerah pubis dan aksila, serta distribusi lemak pada daerah pinggul (perubahan sekunder). Siklus menstruasi normal terjadi setiap 22-35, dengan lamanya menstruasi selama 2-7 hari.
Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodic, berkisar setiap 2-3 minggu. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara ilmiah. Perubahan lain pad laki-laki masa pubertas adalah pertumbuhan badan, tumbuh jakun, tumbuh rambut-rambut halus, dan suara menjadi besar.
Perawatan pada organ-organ reproduksi sangatlah penting. Jika tidak dirawat dengan benar, maka dapat menyebabkan berbagai macam akibat yang dapat  merugikan, misalnya infeki. Cara pemeliharaan dan perawatan dapat dilakukan menurut tuntutan agama, budaya, maupun medis. Cara pemeiharaan dan perawatan alat-alat reproduksi ini ada yang khusus sesuai jenis kelamin, tetapi ada juga yang bersifat umum.
B.   Tujuan Penyuluhan
1.      Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan siswa siswi SD kelas VI memahami materi yang telah diberikan dan dapat meningkatkan kesehatan.
2.      Tujuan Khusus
ü  Mengetahui pengertian dan siklus mentruasi.
ü  Mengetahui gejala-gelaja sebelum dan pada saat menstruasi.
ü  Mengetahui perubahan primer dan sekunder pada menstruasi.
ü  Menjelaskan mitos saat menstruasi.
ü  Mengetahui pengertian dan penyebab terjadinya mimpi basah.
ü  Mengetahui perubahn primer dan sekunder pada mimoi basah.
ü  Mengetahui bagaimana pemeliharaan organ reproduksi.

C.   Pembatasan Masalah
1.      Pengertian dan siklus mentruasi.
2.      Gejala-gelaja sebelum dan pada saat menstruasi.
3.      Perubahan primer dan sekunder pada menstruasi.
4.      Mitos saat menstruasi.
5.      Pengertian dan penyebab terjadinya mimpi basah.
6.      Perubahn primer dan sekunder pada mimpi basah.
7.      Tips pemeliharaan organ reproduksi.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.   Perubahan Primer dan Sekunder pada Masa Pubertas
Perubahan primer pada masa pubertas adalah tanda-tanda/perubahan yang menentukan sudah mulai berfungsi optimalnya organ reproduksi pada manusia.
1.         Pada wanita            : Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber, meskipun dalam tingkat kecepatan yang berbeda. Berat uterus anak usia 11 atau 12 tahun berkisar 5,3 gram, pada usia 16 rata-rata beratnya 43 gram. Tuba falopi, telur-telur, dan vagina juga tumbuh pesat pada saat ini. Petunjuk pertama bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang adalah datangnya menstruasi
2.      Pada pria                :  Kalau fungsi organ-organ pria sudah matang, maka biasanya mulai terjadi mimpi basah.
Perubahan sekunder pada masa pubertas adalah perubahan-perubahan yang menyertai perubahan primer yang terlihat dari luar.
1.         Pada wanita                 : Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; pertumbuhan payudara; tumbuh bulu-bulu halus disekitar ketiak dan vagina; panggul mulai melebar; tangan dan kaki bertambah besar; tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar; vagina mengeluarkan cairan; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak; pantat bertambah lebih besar.
2.         Pada pria                     : Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; tangan dan kaki bertambah besar; pundak dan dada bertambah besar dan membidang; otot menguat; tulang wajah memanjang dan membesar tidak tampak seperti anak kecil lagi; tumbuh jakun; tumbuh rambut-rambut di ketiak, sekitar muka dan sekitar kemaluan; penis dan buah zakar membesar; suara menjadi besar; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai berminyak.


B.  Menarche pada Wanita
Menarche adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan sudah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun. Periode ini akan mengubah perilaku dari beberapa aspek, misalnya psikologi dan lainnya. Pada wanita biasa pertama kali mengalami menstruasi ( menarche ) pada umur 12-16 tahun. Siklus menstruasi normal terjadi setiap 22-35 hari,dengan lamanya menstruasi selama 2-7 hari.
a)      Menstruasi



Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :

1.      Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakbiatkan juga karena berhentinya sekresi hormone estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormone dalam darah menjadi tidaka ada.
2.      Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormone progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium, serta dapat membuat hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogern yang merangsangnya keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekersei FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endometrium yang robek.
3.      Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel aka mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan hormone progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.
4.      Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone estrogen dan progesteron sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.i
b)      Gangguan Menstruasi 
Gangguan haid adalah perdarahan haid yang tidak normal dalam hal : panjang siklus haid, lama haid, dan jumlah darah haid. Melibatkan hipotalamus, hipofisis, ovarium dan endometrium.
Klasifikasi gangguan haid digolongkan dalam :
1.      Kelainan panjang siklus (N=21-35hr):
a.       Polimenore (sering) jika haid terjadi kurang 21 hari.
b.      Oligomenore (jarang) jika haid terjadi lebih dari 35 hari.
c.        Amenore (tidak haid) → jika haid tidak terjadi selama 3 bln berturut – turut.
2.      Kelainan banyaknya haid (Normalnya darah haid = ±80ml):
a.       Hipermenore (banyak) jika darah haid lebih 80ml.
b.      Hipomenore (sedikit) jika darah haid kurang dari 80ml.
3.      Kelainan lama haid (Normalnya lama haid 3 – 7 hari):
a.       Menoragi (memanjang) jika lama haid lebih 7 hari.
b.      Brakimenore (memendek) jika lama haid kurang dari 3 hari
4.      Metroragi (jika haid terjadi diluar siklus normal) Perdarahan bercak
a.       Premenstrual spotting adalah pendarahan yang terjadi selama 3 sampai 4 hari sebelum haid berupa bercak darah.
b.      Postmenstrual spotting adalah pendarahan bercak yang terjadi sampai 7 hari setelah haid normal.
5.      Perdarahan uterus disfungsional
6.      Gangguan lain berhubungan dengan haid
a.       Metroragi (haid diluar siklus)
b.      Dismenore (nyeri bila haid)
c.       Premenstrual tension (ketegangan haid)

c)      Mitos menstruasi
Nasehat kuno memang tak bisa begitu saja disalahkan. Pasalnya, mitos dalam masyarakat bisa muncul dan berkembang biasanya disebabkan karena penyampaian informasi yang kurang tepat, kurang lengkap bahkan kadang terlalu berlebihan.
Hal inilah yang akhirnya menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi pada situasi tertentu.Nah, salah satu yang sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat adalah mitos tentang menstruasi.
-          Menstruasi membuat tubuh menjadi lemah.
FAKTA       : Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 50-150 mililiter atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi.
-          Sedang menstruasi = sedang sakit
FAKTA       : Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap wanita produktif. Menstruasi berarti wanita tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya.
-          Ingin menstruasi lancar? Sering-seringlah minum soft drink
FAKTA       : Banyak yang percaya selain dapat memperlancar keluarnya darah, minum soft drink juga dapat mengurangi rasa sakit perut. Sebenarnya belum ada penelitian khusus mengenai hal ini. Sakit tidaknya perut saat menstruasi atau lancar tidaknya darah menstruasi yang keluar semua itu dipengaruhi oleh hormon serta faktor psikis seseorang.
-          Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan.
FAKTA       : Secara medis justru pembalut merupakan metode perawatan selama masa menstruasi agar tetap bersih dan tidak lembab. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat, tetapi sebagian perempuan ada juga yang mengalami alergi dan iritasi. Hal ini tergantung dari sensitivitas organ kelamin perempuan yang masing-masing orang berbeda. Disarankan agar saat menstruasi untuk sesering mungkin mengganti pembalut (idealnya setiap 4 jam) terutama ketika sedang banyak-banyaknya keluar darah haid dan setelah buang air kecil atau besar.
-          Saat menstruasi dilarang berenang
FAKTA       : Selama memakai pembalut dan tidak merasa risih, berenang saat menstruasi boleh-boleh saja dilakukan. Dan ini sama sekali tidak berpengaruh pada kesehatan. Sebagai saran, jika perut merasa kram, barulah hentikan aktifitas berenang.
-          Haid yang normal berlangsung seminggu
FAKTA       : Tentu saja pendapat ini salah! Setiap wanita pasti memiliki masa haid yang berbeda dan tidak selalu harus tujuh hari. Wanita yang memiliki masa haid tiga, empat atau lima hari masih dianggap normal.
-          Jangan minum es saat menstruasi
FAKTA       : Sesungguhnya air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Terutama efek menghambat aliran darah. Selama tidak merasakan sakit ataupun perut kembung, minum air es.

C.  Mimpi Basah pada Laki-laki
 Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodic, berkisar setiap 2-3 minggu.Mimpi basah merupakan pengeuaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah.
            Ketika testis mulai berreproduksi, maka setiap hari testis memproduksi sperma. Jika hasil produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnya dengan cara senggama atau masturbasi) maka air mani akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur, baik melalui mimpi atau tidak.
            Ereksi (ketegangan penis) adalah aksi reflek yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa rangsangan fisik atau rangsangan mental, termasuk ingatan fantasi dan masukan dari berbagai organ perasa seks. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum tulang punggung(belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit. Kemudian daerah ekstra dikirim ke daerah panggul.Daerah ini mengisi jaringan berongga pada penis, yang tersususn pada tiga silinder panjang.Perintah dari otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari penis, sehingga penis tetap dipenuhi darah.Tekanan darah ekstra pada dinding penis sebelah dalam itu merupakan kemantapan yang disebabkab ereksi. Tubuh dapat menggagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu gelisah, marah takut, letih, atau sedih.
            Ereksi dapat juga terjadi karena tidur.Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar Sembilan puluh menit sekali selama tidurnya di malam hari.Ereksi yang terakhir biasanya terjadi menjeang subuh setiap hari.
            Kadang-kadang salah satu ereksi terjadi bersamaan dengan dorongan untuk berkemih sehingga ketika bangun dia akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Setelah berkemih, rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lengkap.
            Pada malam hari kandung kemih akan terisi air seni secara perlahan-lahan. Tekanan pada prostat kadang-kadang merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Setelah laki-laki bersangkutan bangun dari tidurnya, ereksinya ini akan segera menghilang.
            Remaja laki-laki tidak perlu merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah.Sebaiknya harus merasa bersyukur karena itu adalah salah satu tanda kedewasaan.

D.  Pemeliharaan Organ Reproduksi
Perawatan organ – organ reproduksi sangatlah penting. Jika tidak dirawat dengan benar, maka dapat menyebabkan berbagai macam akibat yang dapat merugikan, misalnya infeksi. Cara pemeliharaan dan perawatan dapat dilakukan menurut tuntutan agama, budaya, maupun medis. Cara pemeliharaan dan perawatan alat – alat reproduksi ini ada yang khusus sesuai jenis kelamin, tetapi ada juga yang bersifat umum.

v  Pemeliharaan Organ Reproduksi pada Remaja Putri
Cara pemeliharaan organ reproduksi remaja perempuan adalah sebagai berikut :
1.        Tidak memasukkan benda asing ke dalam vagina.
2.        Menggunakan celana dalam yang menyerap keringat.
3.        Tidak menggunakan celana yang terlalu ketat.
4.        Pemalaian pembilas vagina secukupnya, tidak berlebihan.
Perawatan saat menstruasi
1.      Ganti pembalut setiap 6 jam sekali
2.      Mandi dan keramas seperti biasa
3.      Kurangi konsumsi garam, dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
4.      Minum air putih yang banyak.
5.      Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat lebih banyak agar tidak lemas.

v  Pemeliharaan organ reproduksi remaja laki – laki
1.      Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis, sehingga dapat menghambat produksi sperma.
2.      Melakukan sunat, untuk mencegah penumpukan kotoran atau spegma (cairan dalam
kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih.
v  Cara pemeliharaan untuk laki – laki dan perempuan :
Cara pemeliharaan alat reproduksi secara umum untuk remaja laki-laki dan perempuan antara lain :
1.      Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari;
2.      Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus dengan air atau kertas pembersih (tisu)-gerakan cara membersihkan anus untuk perempuan adalah dari daerah vagina ke arah anus untuk mencegah kotoran dari anus masuk ke vagina.
3.      Tidak menggunakan air yang kotor untuk mencuci vagina.
4.      Dianjurkan untuk mencukur atau merapikan rambut kemaluan karena bisa ditumbuhi jamur atau kutu yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan gatal.



BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Setelah diadakannya penyuluhan pada siswa-siswi SD Bulakrejo 03. Dengan tujuan untuk memberi pengetahuan /informasi kesehatan reproduksi pada siswa-siswi. Bahwasanya pada perempuan, menarche adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ  kandungan sudah berfungsi matang. Umumnya,  remaja yang mengalami menarche adalah  pada usia 12 sampai dengan 16 tahun.
            Pada pria Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodic, berkisar setiap 2-3 minggu. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah.
Siswa siswi dapat memahami pentingya kebersihan organ reproduksi. Cara pemeliharaan organ reproduksi pada remaja putri maupun laki laki dan perawatan saat menstruasi pada wanita.


B.     Saran
Dengan terselesainya laporan penyuluhan ini diharapkan siswa-siswi peduli akan kesehatan reproduksinya. Dapat menambah wawasan yang luas tentang kesehatan reproduksi. Dan dapat meningkatkan status kesehatanya. 






DAFTAR PUSTAKA

-          Kusmiran, Eny. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Bandung : 2011
-          http://m.mentruasi.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar