MAKALAH
PERUBAHAN PRIMER PADA
REMAJA
SDN BULAKREJO 3
SUKOHARJO
31 MARET 2012
MATA KULIAH ASUHAN KESEHATAN
REPRODUKSI
Dosen Pengampu : Ibu.
Tri Suwarni,S.ST
Disusun Oleh :
KELOMPOK
I
1.
Anjani Setiati
2.
Aprina Kusumawati
3.
Cici Sintya Dewi
4.
Martiana Fusilatun
Mumtahana
5.
Oryzka Fitri Larazwati
6.
Restia Dwi Purnawati
7.
Wahyu Ari
8.
Widya Lestyaningsih
9.
Yenny Fitri Astuti
10.
Risqi Permata Sari
|
DIII04174
DIII04175
DIII04180
DIII04191
DIII04197
DIII04199
DIII04208
DIII04209
DIII04210
DIII04213
|
PRODI DIII
KEBIDANAN
POLTEKKES BHAKTI
MULIA SUKOHARJO
2011-2012
|
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya. Kami masih diberi
kesehatan, kekuatan lahir dan batin sehingga kami dapat menyelesaikan makalah penyuluhan
yang diselenggarakan di SDN Bulakrejo 3 Sukoharjo dengan judul “PERUBAHAN PRIMER PADA REMAJA”, makalah
ini dibuat sebagai tugas yang telah diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Kesehatan
Reproduksi yaitu Ibu. Tri Suwarni, S.ST. Terselesainya makalah ini tidak lepas
dari bantuan semua pihak secara moril maupun, materil. Untuk itu kami
mengucapkan banyak terimakasih atas terselesainya tugas ini antara lain kepada
1.
Ibu. Tri Suwarni,S.ST. Selaku dosen Pembimbing mata kuliah Kesehatan
Reproduksi dan Penanggung Jawab Kegiatan Penyuluhan.
2.
Bpk. Mujiran, selaku penanggung jawab
peminjaman alat untuk memfasilitasi media kami dalam memberikan penyuluhan.
3.
Keluarga Besar SDN 3 bulakrejo Sukoharjo
yang sudah memberikan kesempatan dan waktu untuk kami memberikan penyuluhan dan
memenuhi tugas mata kuliah kami.
4.
Teman-teman yang sudah mendukung dan
bekerjasama atas lancarnya suatu Kegiatan Penyuluhan ini.
5.
Dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan
satu persatu dalam membantu terselesainya tugas ini.
Kami menyadari masih
banyak kekurangan dengan keterbatasan dalam makalah ini, maka mohon kiranya
pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga kami dapat
memperbaiki makalah ini kearah kesempurnaan.
Demikian makalah yang
dapat kami buat, semoga dapat berguna bagi semua pihak dan semua orang.
Sukoharjo,
April 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perubahan primer pada
remaja yaitu menarche (menstruasi
pertama) pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki. Oleh karena itu juga
diperlukan pemeliharaan organ repoduksi.
Menarche merupakan menstruasi pertama
yang biasa terjadi dalam rentang usia 10 – 16 tahun atau pada masa awal remaja
ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Menstruasi adalah
perdarahan periodik dan siklik dari uterus disertai pengelupasan (deskuamasi)
endometrium. Menarche merupakan tanda awal adanya perubahan lain seperti
pertumbuhan payudara, pertumbuhan rambut daerah pubis dan aksila, serta distribusi
lemak pada daerah pinggul (perubahan sekunder). Siklus menstruasi normal
terjadi setiap 22-35, dengan lamanya menstruasi selama 2-7 hari.
Mimpi basah pertama terjadi pada masa
remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara
periodic, berkisar setiap 2-3 minggu. Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan
sperma yang tidak diperlukan secara ilmiah. Perubahan lain pad laki-laki masa
pubertas adalah pertumbuhan badan, tumbuh jakun, tumbuh rambut-rambut halus,
dan suara menjadi besar.
Perawatan pada organ-organ reproduksi
sangatlah penting. Jika tidak dirawat dengan benar, maka dapat menyebabkan
berbagai macam akibat yang dapat
merugikan, misalnya infeki. Cara pemeliharaan dan perawatan dapat
dilakukan menurut tuntutan agama, budaya, maupun medis. Cara pemeiharaan dan
perawatan alat-alat reproduksi ini ada yang khusus sesuai jenis kelamin, tetapi
ada juga yang bersifat umum.
B.
Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan
Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan
siswa siswi SD kelas VI memahami materi yang telah diberikan dan dapat
meningkatkan kesehatan.
2. Tujuan
Khusus
ü Mengetahui
pengertian dan siklus mentruasi.
ü Mengetahui
gejala-gelaja sebelum dan pada saat menstruasi.
ü Mengetahui
perubahan primer dan sekunder pada menstruasi.
ü Menjelaskan
mitos saat menstruasi.
ü Mengetahui
pengertian dan penyebab terjadinya mimpi basah.
ü Mengetahui
perubahn primer dan sekunder pada mimoi basah.
ü Mengetahui
bagaimana pemeliharaan organ reproduksi.
C.
Pembatasan Masalah
1. Pengertian
dan siklus mentruasi.
2. Gejala-gelaja
sebelum dan pada saat menstruasi.
3. Perubahan
primer dan sekunder pada menstruasi.
4. Mitos
saat menstruasi.
5. Pengertian
dan penyebab terjadinya mimpi basah.
7. Tips
pemeliharaan organ reproduksi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perubahan Primer
dan Sekunder pada Masa Pubertas
Perubahan primer pada masa pubertas adalah tanda-tanda/perubahan yang
menentukan sudah mulai berfungsi optimalnya organ reproduksi pada manusia.
1.
Pada wanita :
Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber, meskipun dalam
tingkat kecepatan yang berbeda. Berat uterus anak usia 11 atau 12 tahun
berkisar 5,3 gram, pada usia 16 rata-rata beratnya 43 gram. Tuba falopi,
telur-telur, dan vagina juga tumbuh pesat pada saat ini. Petunjuk pertama bahwa
mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang adalah datangnya menstruasi
2. Pada
pria : Kalau fungsi organ-organ pria sudah
matang, maka biasanya mulai terjadi mimpi basah.
Perubahan sekunder pada masa pubertas adalah perubahan-perubahan yang
menyertai perubahan primer yang terlihat dari luar.
1.
Pada wanita :
Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; pertumbuhan payudara; tumbuh
bulu-bulu halus disekitar ketiak dan vagina; panggul mulai melebar; tangan dan
kaki bertambah besar; tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar; vagina
mengeluarkan cairan; keringat bertambah banyak; kulit dan rambut mulai
berminyak; pantat bertambah lebih besar.
2.
Pada pria :
Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang; tangan dan kaki bertambah besar;
pundak dan dada bertambah besar dan membidang; otot menguat; tulang wajah
memanjang dan membesar tidak tampak seperti anak kecil lagi; tumbuh jakun;
tumbuh rambut-rambut di ketiak, sekitar muka dan sekitar kemaluan; penis dan
buah zakar membesar; suara menjadi besar; keringat bertambah banyak; kulit dan
rambut mulai berminyak.
B. Menarche pada
Wanita
Menarche adalah proses alamiah yang terjadi pada
perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai
tanda bahwa organ kandungan sudah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang
mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun. Periode ini akan
mengubah perilaku dari beberapa aspek, misalnya psikologi dan lainnya. Pada
wanita biasa pertama kali mengalami menstruasi ( menarche ) pada umur 12-16
tahun. Siklus menstruasi normal terjadi setiap 22-35 hari,dengan lamanya
menstruasi selama 2-7 hari.
a)
Menstruasi
Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :
1.
Fase Menstruasi yaitu
peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding
endometrium yang robek. Dapat diakbiatkan juga karena berhentinya sekresi
hormone estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormone dalam darah
menjadi tidaka ada.
2.
Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai
dengan menurunnya hormone progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk
mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium, serta dapat membuat
hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel de
Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogern yang merangsangnya
keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekersei FSH tetapi
dapat memperbaiki dinding endometrium yang robek.
3.
Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai
dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah
mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel aka
mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk
menghasilkan hormone progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding
endometrium yang kaya akan pembuluh darah.
4.
Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai
dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi Corpus
albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone estrogen dan
progesteron sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan
terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan
terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.i
b)
Gangguan
Menstruasi
Gangguan
haid adalah perdarahan haid yang tidak normal dalam hal : panjang siklus haid,
lama haid, dan jumlah darah haid. Melibatkan hipotalamus, hipofisis, ovarium
dan endometrium.
Klasifikasi
gangguan haid digolongkan dalam :
1.
Kelainan panjang siklus (N=21-35hr):
a.
Polimenore (sering) jika haid terjadi kurang 21 hari.
b.
Oligomenore (jarang) jika haid terjadi lebih dari 35
hari.
c.
Amenore (tidak
haid) → jika haid tidak terjadi selama 3 bln berturut – turut.
2.
Kelainan banyaknya haid (Normalnya darah haid =
±80ml):
a.
Hipermenore (banyak) jika darah haid lebih 80ml.
b.
Hipomenore (sedikit) jika darah haid kurang dari 80ml.
3.
Kelainan lama haid (Normalnya lama haid 3 – 7 hari):
a.
Menoragi (memanjang) jika lama haid lebih 7 hari.
b.
Brakimenore (memendek) jika lama haid kurang dari 3
hari
4.
Metroragi (jika haid terjadi diluar siklus normal)
Perdarahan bercak
a.
Premenstrual spotting adalah pendarahan yang terjadi
selama 3 sampai 4 hari sebelum haid berupa bercak darah.
b.
Postmenstrual spotting adalah pendarahan bercak yang
terjadi sampai 7 hari setelah haid normal.
5.
Perdarahan uterus disfungsional
6.
Gangguan lain berhubungan dengan haid
a.
Metroragi (haid diluar siklus)
b.
Dismenore (nyeri bila haid)
c.
Premenstrual tension (ketegangan haid)
c)
Mitos
menstruasi
Nasehat kuno memang tak bisa
begitu saja disalahkan. Pasalnya, mitos dalam masyarakat bisa muncul dan
berkembang biasanya disebabkan karena penyampaian informasi yang kurang tepat,
kurang lengkap bahkan kadang terlalu berlebihan.
Hal
inilah yang akhirnya menimbulkan sikap antipati, defensif bahkan diskriminasi
pada situasi tertentu.Nah, salah satu yang sampai sekarang masih dipercayai
oleh masyarakat adalah mitos tentang menstruasi.
-
Menstruasi membuat tubuh
menjadi lemah.
FAKTA :
Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya
kira-kira hanya 50-150 mililiter atau sekitar empat sampai enam sendok saja.
Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang
menstruasi.
-
Sedang menstruasi = sedang
sakit
FAKTA :
Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap
wanita produktif. Menstruasi berarti wanita tersebut sehat dan sistem
reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya.
-
Ingin menstruasi lancar?
Sering-seringlah minum soft drink
FAKTA :
Banyak yang percaya selain dapat memperlancar keluarnya darah, minum soft drink
juga dapat mengurangi rasa sakit perut. Sebenarnya belum ada penelitian khusus
mengenai hal ini. Sakit tidaknya perut saat menstruasi atau lancar tidaknya
darah menstruasi yang keluar semua itu dipengaruhi oleh hormon serta faktor
psikis seseorang.
-
Memakai pembalut saat
menstruasi bisa menyebabkan kemandulan.
FAKTA : Secara
medis justru pembalut merupakan metode perawatan selama masa menstruasi agar
tetap bersih dan tidak lembab. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat, tetapi
sebagian perempuan ada juga yang mengalami alergi dan iritasi. Hal ini
tergantung dari sensitivitas organ kelamin perempuan yang masing-masing orang
berbeda. Disarankan agar saat menstruasi untuk sesering mungkin mengganti
pembalut (idealnya setiap 4 jam) terutama ketika sedang banyak-banyaknya keluar
darah haid dan setelah buang air kecil atau besar.
-
Saat menstruasi dilarang
berenang
FAKTA :
Selama memakai pembalut dan tidak merasa risih, berenang saat menstruasi
boleh-boleh saja dilakukan. Dan ini sama sekali tidak berpengaruh pada
kesehatan. Sebagai saran, jika perut merasa kram, barulah hentikan aktifitas
berenang.
-
Haid yang normal berlangsung
seminggu
FAKTA :
Tentu saja pendapat ini salah! Setiap wanita pasti memiliki masa haid yang
berbeda dan tidak selalu harus tujuh hari. Wanita yang memiliki masa haid tiga,
empat atau lima hari masih dianggap normal.
-
Jangan minum es saat menstruasi
FAKTA :
Sesungguhnya air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Terutama
efek menghambat aliran darah. Selama tidak merasakan sakit ataupun perut
kembung, minum air es.
C. Mimpi Basah pada Laki-laki
Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja
laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara
periodic, berkisar setiap 2-3 minggu.Mimpi basah merupakan pengeuaran cairan
sperma yang tidak diperlukan secara alamiah.
Ketika testis mulai berreproduksi,
maka setiap hari testis memproduksi sperma. Jika hasil produksi air mani tidak
disalurkan keluar (misalnya dengan cara senggama atau masturbasi) maka air mani
akan keluar dengan sendirinya pada saat tidur, baik melalui mimpi atau tidak.
Ereksi (ketegangan penis) adalah
aksi reflek yang dimulai ketika otak menafsirkan “gejolak birahi” berupa
rangsangan fisik atau rangsangan mental, termasuk ingatan fantasi dan masukan
dari berbagai organ perasa seks. Kemudian otak mengirimkan pesan melalui sumsum
tulang punggung(belakang) untuk memulai serangkaian kejadian yang rumit.
Kemudian daerah ekstra dikirim ke daerah panggul.Daerah ini mengisi jaringan
berongga pada penis, yang tersususn pada tiga silinder panjang.Perintah dari
otak juga menghambat kemampuan pembuluh darah untuk mengeluarkan darah dari
penis, sehingga penis tetap dipenuhi darah.Tekanan darah ekstra pada dinding
penis sebelah dalam itu merupakan kemantapan yang disebabkab ereksi. Tubuh
dapat menggagalkan proses ini setiap saat jika orang yang bersangkutan terlalu
gelisah, marah takut, letih, atau sedih.
Ereksi dapat juga terjadi karena
tidur.Pada laki-laki yang sehat mengalami ereksi sekitar Sembilan puluh menit
sekali selama tidurnya di malam hari.Ereksi yang terakhir biasanya terjadi
menjeang subuh setiap hari.
Kadang-kadang salah satu ereksi
terjadi bersamaan dengan dorongan untuk berkemih sehingga ketika bangun dia
akan bergegas ke kamar mandi dengan penis yang menegang. Setelah berkemih,
rangsangan sewaktu tidur akan menghilang dan ereksinya pun lengkap.
Pada malam hari kandung kemih akan
terisi air seni secara perlahan-lahan. Tekanan pada prostat kadang-kadang
merangsang mimpi seksual yang akan menimbulkan ereksi. Setelah laki-laki
bersangkutan bangun dari tidurnya, ereksinya ini akan segera menghilang.
Remaja laki-laki tidak perlu merasa
takut atau malu ketika mengalami mimpi basah.Sebaiknya harus merasa bersyukur
karena itu adalah salah satu tanda kedewasaan.
D.
Pemeliharaan Organ Reproduksi
Perawatan organ – organ
reproduksi sangatlah penting. Jika tidak dirawat dengan benar, maka dapat
menyebabkan berbagai macam akibat yang dapat merugikan, misalnya infeksi. Cara
pemeliharaan dan perawatan dapat dilakukan menurut tuntutan agama, budaya,
maupun medis. Cara pemeliharaan dan perawatan alat – alat reproduksi ini ada
yang khusus sesuai jenis kelamin, tetapi ada juga yang bersifat umum.
v Pemeliharaan Organ Reproduksi pada Remaja Putri
Cara pemeliharaan organ
reproduksi remaja perempuan adalah sebagai berikut :
1.
Tidak memasukkan
benda asing ke dalam vagina.
2.
Menggunakan
celana dalam yang menyerap keringat.
3.
Tidak
menggunakan celana yang terlalu ketat.
4.
Pemalaian
pembilas vagina secukupnya, tidak berlebihan.
Perawatan
saat menstruasi
1.
Ganti pembalut
setiap 6 jam sekali
2.
Mandi dan
keramas seperti biasa
3.
Kurangi konsumsi
garam, dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
4.
Minum air putih
yang banyak.
5.
Konsumsi makanan
yang mengandung karbohidrat lebih banyak agar tidak lemas.
v Pemeliharaan organ reproduksi remaja laki – laki
1.
Tidak
menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis, sehingga
dapat menghambat produksi sperma.
2.
Melakukan sunat,
untuk mencegah penumpukan kotoran atau spegma (cairan dalam
kelenjar
sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin menjadi bersih.
v
Cara pemeliharaan
untuk laki – laki dan perempuan :
Cara pemeliharaan alat reproduksi secara umum untuk
remaja laki-laki dan perempuan antara lain :
1.
Mengganti celana
dalam minimal 2 kali sehari;
2.
Membersihkan
kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus dengan air atau kertas pembersih
(tisu)-gerakan cara membersihkan anus untuk perempuan adalah dari daerah vagina
ke arah anus untuk mencegah kotoran dari anus masuk ke vagina.
3.
Tidak
menggunakan air yang kotor untuk mencuci vagina.
4.
Dianjurkan untuk
mencukur atau merapikan rambut kemaluan karena bisa ditumbuhi jamur atau kutu
yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan gatal.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah diadakannya penyuluhan pada siswa-siswi SD
Bulakrejo 03. Dengan tujuan untuk memberi pengetahuan /informasi kesehatan
reproduksi pada siswa-siswi. Bahwasanya pada perempuan, menarche adalah proses
alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan yang
teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ
kandungan sudah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun.
Pada
pria Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki kira-kira usia 9-14
tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secara periodic, berkisar setiap 2-3 minggu.
Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara
alamiah.
Siswa siswi dapat memahami pentingya kebersihan
organ reproduksi. Cara pemeliharaan organ reproduksi pada remaja putri maupun
laki laki dan perawatan saat menstruasi pada wanita.
B. Saran
Dengan terselesainya laporan penyuluhan ini
diharapkan siswa-siswi peduli akan kesehatan reproduksinya. Dapat menambah
wawasan yang luas tentang kesehatan reproduksi. Dan dapat meningkatkan status
kesehatanya.
DAFTAR PUSTAKA
-
Kusmiran, Eny. Kesehatan
Reproduksi Remaja dan Wanita. Bandung : 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar